Selasa, 19 Januari 2010

BIOS itu singkatan dari BASIC INPUT OUTPUT SYSTEM. Persisnya adalah ROM BIOS (Read Only Memory Basic Input Output System), Yaitu Program yang ada di 'dalam' motherboard komputer, sudah diprogram dari pabrik motherboard. Tugasnya merekam data tentang peralatan apa saja yang terhubung ke motherboard, dan juga menjalankan komputer saat start (sebelum masuk ke program di Hard Disk).
Kita bisa melihat isi BIOS dengan menekan tombol DEL atau F1 atau F2 (tergantung jenis BIOSnya) saat komputer di 'Reset' atau dinyalakan.

Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.

Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi.

Sistem Opersai (Operating System) di dalam sebuah komputer dapat diibaratkan sebagai ”nyawa”, karena tanpa adanya suatu sistem operasi komputer yang sudah kita rakit belum dapat digunakan. Sistem Operasi selain merupakan perangkat lunak pertama yang muncul di layar monitor saat komputer dihidupkan, juga merupakan yang terakhir kali terlihat saat komputer dimatikan. Sistem operasi menjalankan segala perangkat lunak yang digunakan, dan mengorganisasikan setiap perangkat keras pada komputer.
Sistem operasi komputer secara umum terdiri atas beberapa bagian:
a. mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory
b. Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
c. Command Interpreter atau shell yaitu bagian yang bertugas membaca input dari pengguna
d. Pustaka-pustaka (library), yaitu bagian yang berfungsi menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain
e. Driver yaitu komponen yang berfungsi untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrolnya.

Fungsi Sistem Operasi
Sistem Operasi (SO, atau dalam bahasa Inggris: Operating System/OS) adalah software sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol, mengelola hardware, serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Fungsi utama sistem operasi adalah:

  1. Mengelola sumber daya terkait dengan pengendalian perangkat lunak sistem/perangkat lunak aplikasi yang sedang dijalankan. Sebagai contoh komponen perangkat keras pada komputer yaitu CPU, memori utama, alat input/output.
  2. Mempersiapkan agar program aplikasi dapat berinteraksi dengan perangkat keras secara konsisten dan stabil tanpa harus mengetahui secara detil perangkat keras.
  3. melakukan pengelolaan proses mencakup penyiapan, penjadwalan, dan pemantauan proses program yang sedang dijalankan.
  4. melakukan pengelolaan data pengendalian terhadap data masukan/keluaran.



Jenis Sistem Operasi
Sistem operasi personal komputer terbagi menjadi 3 kelompok seperti di bawah ini.

  • Keluarga Microsoft, antara lain terdiri atas Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows Vista yang dirilis pada tahun 2007)).
  • Keluarga Unix, menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, antara lain SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.
  • Keluarga Mac OS adalah sistem operasi komputer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.4 (Tiger). Awal tahun 2007 direncanakan peluncuran versi 10.5 (Leopard).
  • Keluarga komputer Mainframe, dan Super komputer menggunakan sistem operasi yang berbeda-beda, umumnya merupakan turunan dari sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh vendor seperti IBM AIX, HP/UX, dan lain-lain.

Walau kita mengenal berbagai jenis sistem operasi di atas, secara garis besar semua sistem operasi yang ada berdasarkan jenis komputer yang dikendalikan maupun bentuk aplikasi yang didukung dapat dibagi menjadi empat golongan :
1. Real-time operating system (RTOS)
Sistem operasi golongan ini dipakai untuk mengendalikan perangkat keras untuk tugas spesifik, seperti instrumen ilmiah dan mesin-mesin industri. RTOS memiliki kemampuan antarmuka yang terbatas dan tidak mendukung aplikasi level end-user. Bagian terpenting RTOS adalah mengatur penggunaan sumber daya komputer untuk menjalankan serangkaian operasi secara berulang-ulang dalam periode tertentu.

2. Single-user, single task
Sesuai dengan namanya, tipe sistem operasi ini dirancang untuk memudahkan menangani pengoperasian komputer sehingga pengguna dapat menjalankan satu pekerjaan pada saat yang bersamaan. Sistem operasi DOS adalah contoh klasik dari jenis ini. Sistem operasi yang lain dari keluarga ini adalah Palm OS, yaitu untuk komputer genggam (handheld) Palm.

3. Single-user, multi tasking
Sistem operasi ini memungkinkan seorang pengguna dapat menjalankan beberapa aplikasi terpisah secara bersamaan. Inilah tipe sistem operasi yang paling umum digunakan sekarang. Sistem operasi ini (Windows, Linux, dsb.) sangat populer digunakan untuk komputer pribadi.

4. Multi-user
Sistem operasi multi-user memungkinkan lebih dari satu pengguna bersama-sama menggunakan sumber daya komputer secara simultan. Sistem operasi dapat menjamin masing-masing pengguna yang memiliki kebutuhan (requirement) yang berimbang. Setiap program yang dijalankan oleh para pengguna menggunakan sumber daya yang cukup dan terpisah sehingga masalah pada satu pengguna tidak berimbas pada pengguna yang lain. Contoh sistem multi-user adalah operasi Unix, VMS, dan MVS untuk mainframe.

Sistem Operasi Windows
Microsoft Windows atau lebih dikenal dengan sebutan Windows adalah keluarga sistem operasi komputer pribadi yang dikembangkan oleh Microsoft. Sistem operasi ini menggunakan antarmuka berbasis grafik (graphical user interface/GUI). Windows versi 1.0 pertama kali diperkenalkan pada 10 November 1983, tetapi baru dipasarkan pada bulan November 1985. Windows versi ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar. Beberapa versi terakhir Windows yang dikeluarkan Microsoft merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi bergantung pada sistem operasi MS-DOS.
a. Versi Windows yang sudah dirilis
1). Berbasis DOS
a). 1985 November - Windows 1.0
b). 1987 9 Desember - Windows 2.0
c). 1990 22 Mei - Windows 3.0
d). 1992 Agustus - Windows 3.1
e). 1992 Oktober - Windows for Workgroups 3.1
f). 1993 November - Windows for Workgroups 3.11
g). 1995 24 Agustus - Windows 95 (Versi: 4.00.950)
h). 1998 25 Juni - Windows 98 (Versi: 4.1.1998)
i). 1999 5 Mei - Windows 98 Second Edition (Versi: 4.1.2222)
j). 2000 19 Juni - Windows Millennium Edition (Me) (Versi: 4.9.3000)
2). Berbasis NT Kernel
a). 1993 Agustus - Windows NT 3.1
b). 1994 September - Windows NT 3.5
c). 1995 Juni - Windows NT 3.51
d). 1996 29 Juli - Windows NT 4.0
e). 2000 17 Februari - Windows 2000 (Versi: NT 5.0.2195)
f). 2002 - Windows XP (Versi: NT 5.1.2600)
g). 2003 - Windows Server 2003 (Versi: NT 5.2.3790)
h). 2006-2007 - Windows Vista (Versi 6.0)

b. Versi yang akan datang
1). 2010 - 2012 - Windows Blackcomb.
2). Windows Vista adalah versi terbaru Microsoft Windows. Sistem operasi tersebut berbasis grafis yang digunakan pada komputer pribadi (PC), baik untuk pengguna dirumah, bisnis, laptop, maupun media center.

Sebelum diumumkan dengan nama Windows Vista pada 22 Juli 2005, sistem operasi ini lebih dikenal dengan codename Longhorn (berasal dari nama Longhorn Saloon, sebuah bar terkenal di Whistler, British Columbia, Kanada).
Microsoft meluncurkan Windows Vista pada 8 November 2006 untuk pengguna bisnis dan 30 Januari 2007 untuk pengguna di rumah. Dengan demikian, peluncuran Windows Vista ini dalam rentang waktu lebih dari lima tahun sejak peluncuran Windows XP pada 25 Oktober 2001.

Sistem Operasi Linux
Selain Windows, Linux atau GNU adalah sistem operasi yang sangat populer untuk komputer. Istilah Linux atau GNU juga digunakan sebagai rujukan pada keseluruhan distro Linux (Linux distribution), yang di dalamnya disertakan program-program lain sebagai pendukung sistem operasi. Contoh program tersebut adalah server web, bahasa pemrograman, basis data, tampilan desktop (Desktop Environment) (seperti GNOME dan KDE), dan aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric. Distro Linux telah mengalami pertumbuhan yang pesat dan populer dari versi UNIX yang menggunakan sistem lisensi dan berbayar (proprietary) maupun versi UNIX bebas lain yang awalnya menandingi dominasi Microsoft Windows dalam beberapa sisi.
Linux mendukung banyak perangkat keras komputer, dan telah digunakan pada berbagai peralatan komputer pribadi, super komputer dan sistem benam (embedded system), seperti telepon seluler (Ponsel) dan perekam video pribadi. Pada awalnya, Linux dibuat, dikembangkan, dan digunakan oleh peminatnya. Kini Linux telah mendapat dukungan dari perusahaan besar seperti IBM dan Hewlett-Packard. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux karena tidak bergantung pada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi. Hal ini dapat dibandingkan dengan versi UNIX proprietari, dari faktor keamanan dan kestabilannya. Ciri-ciri tersebut juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).

Penanganan Sistem Operasi
Beberapa metode yang dikenal dalam penanganan system operasi adalah sebagai berikut.
a. Multiprogramming
Metode yang memungkinkan dua buah program/lebih dijalankan secara serentak pada sebuah komputer dan berbagai sumber daya dalam waktu yang berlainan. Konsep multiprogramming bias diibaratkan sebagai pekerja yang tak hanya menangani satu pekerjaan sehingga tak ada waktu yang terbuang.

b. Time Sharing
Metode yang dipakai dalam sistem operasi yang memungkinkan sejumlah pemakai dapat berinteraksi dengan proses yang dibuatnya secara bergantian dengan jumlah waktu yang sama. Time sharing merupakan pengembangan lebih lanjut dari multiprogramming.

c. Penyimpanan Virtual
Metode yang menangani sejumlah program dengan membagi program-program tersebut ke dalam bagian yang kecil dengan ukuran sama. Metode seperti ini diterapkan antara lain pada Windows.

d. Multitasking
Metode yang memungkinkan seorang pemakai menjalankan sejumlah program dalam waktu yang sama. Cara ini sangat umum dalam sistem PC. Dengan menggunakan sistem operasi Windows, seseorang dapat menjalankan program Word untuk membuat dokumen dan sekaligus menjalankan program Excel untuk membuat perhitungan-perhitungan dalam table. Pemakai dapat berpindah dari satu program aplikasi yang satu dengan program aplikasi yang lain dengan mudah.

e. Multiprocessing
Metode dengan kemampuan sistem operasi yang menjalankan dua atau lebih intruksi secara serentak dengan menggunakan sejumlah CPU dalam sebuah komputer. Melalui sistem tersebut kita dapat mengatur sejumlah CPU untuk menjalankan instruksi yang berbeda dalam sebuah program.

Menggunakan Sistem Operasi Windows
Salah satu contoh program aplikasi berbasis Windows adalah word processing. Word processing (pengolah kata) adalah kelompok perangkat lunak yang fungsi utamanya adalah untuk membuat dokumen sebagai contoh adalah MS-Word (Microsoft- Word).

Program aplikasi MS-Word memberikan kemudahan dalam memformat teks sehingga teks tertata rapi di bagian kiri dan kanan. Langkah yang dilakukan untuk menjalankan program MS-Word adalah sebagai berikut.
1. Pada Menu Start, klik di bagian program, klik di sub-program, pilih MS-Word, program aplikasi MS-Word siap digunakan.
2. Setelah muncul tampilan gambar 2.4 di baah ini, proses menulis dokumen sudah bisa dimulai.

File Manager
a. Pengertian
File manager merupakan salah satu program aplikasi yang ada dalam windows. Program ini dapat digunakan untuk mengelola file dan folder agar pengguna dapat membuat dan menggunakan data dengan mudah, cepat, dan fleksibel.

b. Cara mengaktifkan File Manager
Ada 2 cara, yaitu:
Cara 1 : double klik icon manager atau
klik Start, pilih program, klik di subprogram file manager

Cara 2 : dari DOS prompt
Ketik C:\windows>winfile

c. Pengelolaan File dan Folder
Manajemen file merupakan proses aplikasi pilihan. Pilihan tersebut antara lain membuat subfolder, copy file memindahkan file, menghapus file, menampilkan data yang telah terhapus, dan mengoperasikan penggabungan komputer yang di- sambungkan dengan sistem jaringan/network Neighborhood yang berupa kesatuan file-file program yang ada dalam hard disk komputer. Tujuannya agar dapat digunakan sesuai dengan pilihan yang dibutuhkan. Manajemen file juga diartikan sebagai pengorganisasian file data dan file programme.
Media penyimpanan data pada manajemen file dibagi-bagi dalam kelompok yang dinamakan Folder. Banyak file program yang dibutuhkan pada setiap program aplikasi yang meliputi my computer, my document, internet explorer, recycle bin, new folder, dan lain-lain. Untuk dapat melakukan pengelolaan folder atau sub-folder user tinggal melakukan double click pada icon shortcut.
Banyak file program yang dibutuhkan pada setiap program aplikasi. Disamping itu banyak program aplikasi yang ada di dalam suatu komputer beserta data yang sudah dibuat. Semua itu disimpan dalam satu hard disk. Untuk itu diperlukan pengaturan-pengaturan sehingga user tidak menemui kesulitan dalam mengelola data tersebut. Dalam pengorganisasian file data dan file program tersebut, media penyimpan data dibagi-bagi ke dalam kelompok yang dinamakan folder.

1. Menyimpan data
Dalam sistem Windows media penyimpanan data, hard disk mempunyai beberapa folder yaitu sebagai berikut.
a). Folder My Komputer
Berisi informasi alamat drive dan folder panel control, dan setting printer.

b). Folder My Document
Berisi informasi nama file data.

c). Folder Recycle bin
Berisi informasi file yang telah dibuang/dihapus.

d). Folder Internet Explorer dan Network Neighborhood
Diperlukan bila komputer ingin terhubung dengan internet atau local area network.

2. Mengubah Folder
Kita dapat mengubah folder baik menambah atau menguranginya sesuai dengan kebutuhan. Menambahkan sud folder di My Documents bertujuan untuk menyimpan data berdasarkan jenis pekerjaan atau nama user (pengguna) agar tidak bercampur dan akan memudahkan kita dalam melacak dan mencarinya. Pelacakan file dengan dapat dicari melalui Progam Windows Explorer atau menggunakan File, New Folder untuk Windows 98 maupun Windows XP.

3. Melacak File
Agar memudahkan para pengguna (user) dalam melacak file, perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.
a). Setiap user agar menyimpan datanya di kapling/sub-foldernya masing-masing.
b). Hendaknya nama file mencerminkan isis dari file tersebut.
c). Hendaknya bagian folder diberikan catatan alamat drive/folder ditempat data disimpan dan nama filenya (path and file name).

Untuk Windows XP, pelacakan file dapat langsung dilakukan dengan cara meng klik menu start, cari program Windows Explorer yang terdapat dalam menu program atau desktop.

4. Membuat Salinan File
Kita juga dapat membuat salinan file, misalnya copy file Simpan.doc di Drive D ke disket di Drive A dengan langkah-langkah seperti di bwah.
a). Klil file Simpan.doc
b). Klik icon copy
c). Klik drive 31/2 Floppy (A:)
d). Klik icon Paste

5. Mmemindahkan File
Memindahkan file sama dengan mengcopy, namun waktu mengklik icon copy diganti dengan mengklik icon cut. Tempatkan file yang akan dipindah pada folder maupun drive yang diinginkan.

6. Menghapus File
Untuk menghaspus file klik nama file-nya kemudian klik icon Delete, file akan masuk ke dalam folder Recycle Bin secara otomatis. Dalam sistem windows, folder Recycle Bin berfungsi untuk menyimpan data-data atau file yang sudah tidak kita inginkan atau dibuang. File yang kita hapus dapat dilihat dalam folder Recycle Bin. File dalam Recycle Bin dapat kita hapus dengan cara mengklik nama file atau pilih menu edit kemudian Sellect All, lalu icon Delete, maka file akan terhapus selamanya.


Rangkuman
Sistem Opersai (Operating System) merupakan nyawa untuk sebuah komputer. Tanpa adanya suatu sistem operasi komputer belum dapat digunakan. Sistem Operasi merupakan perangkat lunak pertama kali aktif saat komputer dihidupkan. Sistem operasi juga merupakan perangkat lunak yang terakhir aktif saat komputer dimatikan. Sistem operasi menjalankan segala perangkat lunak yang digunakan, dan mengorganisasikan setiap perangkat keras pada komputer.
Ada banyak jenis sistem operasi antara lain Microsoft, Unix, dan Mac OS. Setiap jenis memiliki keunggulan tertertu. Setiap jenis mengeluarkan versi-versi seiring dengan perkembangannya.
Beberapa operasi pada sistem operasi sangat penting untuk Anda kuasai seperti File Mabager.

I. Tahapan – Tahap Merakit Komputer


1. Pastikan semua peralatan dan bahan yang akan dirakit sudah disiapkan.
2. Selanjutnya sebelum mulai merakit, kita akan melakukan checking pada MainBoard. Caranya : Pasang Processor pada Socket Processor yang ada di MainBoard (perhatikan tandanya), sambungkan MainBoard dengan Power Supplay, pasang juga speakernya. Setelah itu coba dihidupkan. Bila dari speaker keluar suara beep yang berulang-ulang, artinya MainBoard masih sehat.
3. Kemudian kita akan mencocokkan lobang / tempat baut pada MainBoard dengan tempat baut yang ada pada Cashing. Perhatikan lubang mana saja yang bisa kita gunakan nanti untuk membaut MainBoard pada Cashing. Setelah itu pasang MainBoard dan pastikan semua baut sudah dikencangkan.
4. Selanjutnya pasang RAM ( pasang juga VGA Card untuk MainBoard yang VGA nya tidak ON Board ), lalu hubungkan dengan monitor. Coba hidupkan, perhatikan apakah spesifikasi RAM dan juga Clock Processor sudah sesuai dengan spesifikasi yang tertera pada Box-nya ?
5. Jika semua sudah beres, baru kemudian di pasang perangkat lainnya seperti Hardisk, Floppy Disk, CD ROM, LAN Card dan lain sebagainya.
6. Setelah terpasang semua coba hidupkan lagi, bila tidak ada masalah, bisa dilanjutkan dengan proses instalasi.

• Bila anda merakit komputer sendiri perhatikan betul batas GARANSI-nya, sebelum batas Garansi habis, jangan sekali-kali membuang Box tempat peripheralnya seperti Kotak Ram, Box MainBoad, VGA dan lain sebagainya.

II. Contoh Permasalahan yang sering terjadi pada Komputer.

1. Pada saat Booting, komputer menampilkan tulisan “CMOS check sum error“ .
Ini menandakan bahwa batu baterai BIOS nya sudah low. Penyelesaiannya dengan mengganti baterai BIOS sesuai dengan ukuran aslinya.
2. Komputer tidak menampilkan apa-apa sewaktu dihidupkan, tidak ada suara yang keluar dari speaker.
Coba periksa kabel yang menghubungkan antara VGA dengan monitor. Jika tidak ditemukan adanya kerusakan, kemunkinannya adalah VGA Cardnya yang rusak.
3. Komputer mengeluarkan suara beep berulang-ulang sewaktu dihidupkan.
Periksa RAM nya, mungkin ada debu / kotoran, coba di lepas dan dibersihkan, lalu di pasang kembali. Jika masih sama, ganti RAM nya.
4. Saat dihidupkan, indikator HarDisk menyala terus.
Kemungkinan HarDisk sudah terkena BAD Sector pada Sector nol nya. Jika belum begitu parah, masih bisa di Low Level Format, setelah itu di partisi dan di format, kemudian coba discandisk dengan surface check
5. Komputer menampilkan pesan DISK BOOT FAILUR OR NON SYSTEM ON DISK
Ini menandakan pada Disk tidak terdapat system untuk di load ke RAM, atau HarDisk belum di set menjadi active pada waktu melakukan partisi.
6. Saat melakukan proses format pada disket, muncul pesan “Invalid Media or Track 0 Bad“
Artinya disket nya sudah rusak di sektor 0 nya. Coba perhatikan pada bagian dalam disket, apakah sudah ada goresan di sana. Bila sudah artinya disket itu sudah rusak.
7. Komputer bisa loading sampai ke lingkungan Windows, tapi tampilannya pecah-pecah jika di set ke high ataupun true colour
Ini menandakan VGA Card sudah tidak mampu untuk menampilkan warna dan resolusi maksimum.
8. Saat mencoba membaca isi suatu disket, komputer menampilkan pesan General Failur Reading Drive A, ini bisa disebabkan karena Head pada Floppy Disk Drive kotor, atau sudah aus. Coba dibersihkan dulu dengan menggunakan Floppy Disk Cleaner, jika hasilnya sama saja, berarti Head-nya memang sudah aus dan harus diganti.

9. Pertama kali dihidupkan tampilan pada layar monitor kabur.
Ini menandakan bahwa pengatur Focus pada FlyBack monitor sudah tidak bagus, biasanya penyelesaiannya dengan di cangkok.
10. Tampilan pada monitor lama-kelamaan semakin tidak jelas ( kabur ).
Sama dengan No. 9.
11. Monitor tidak menampilkan warna tertentu.
Ini menadakan ada masalah pada rangkaian RGB di dalam monitor.
12. Kadang-kadang monitor mati sendiri, atau susah sewaktu dihidupkan.
Biasanya ada solderan yang lepas pada bagian Power Supply-nya ataupun pada bagian Horizontal-nya.

III. Cara Melakukan Testing Peripheral Komputer

1. MainBoard
Pasang Processor pada Socket-nya, perhatikan tanda / pin nomor 1. Stelah itu sambungkan dengan power supplay, jangan lupa pasang speakernya. Coba hidupkan, bila dari speaker keluar suara beep berulang-ulang, artinya MainBoard masih bagus.
2. Processor
Pasang processor pada Socket Processor di MainBoard, RAM dan juga VGA Card jika belum ON Board. Setelah itu sambungkan dengan monitor dan coba hidupkan, perhatikan tampilan di layar monitor. Perhatikan apakah clock untuk processor sudah sesuai dengan yang tertera pada Box-nya.
3. RAM
Hampir sama dengan cara melakukan test pada Processor hanya saja yang diperhatikan adalah pada saat komputer melakukan check pada RAM.
Apakah kapasistas RAM sudah sesuai dengan yang tertera pada Box-nya ? Jika komputer tidak melakukan test RAM ( komputer langsung menampilkan kapasitas RAM tersebut ), ini merupakan tanda bahwa sebentar lagi RAM nya akan mati. Bila masih garansi segera tukarkan RAM nya.
4. VGA Card
Untuk melakukan test pada VGA Card, terlebih dahulu harus terinstall sebuah system operasi dan juga driver untuk VGA sudah terinstall. Lakukan test dengan cara memaksimalkan setting untuk Display Adapter ( perhatikan kemampuan monitor untuk melakukan test ini ), jika masih bisa di set ke setting maksimum, artinya VGA nya masih baik.
5. LAN Card
Pertama kita harus memeriksa apakah Sistem Operasi sudah mengenal dan menginstall Driver untuk LAN Card atau belum. Jika belum, kita harus menginstal drivernya terlebih dahulu. Setelah selesai barulah kita setting IP untuk LAN Card tersebut. Caranya : klick kanan pada icon Network Neighborhood, pilih Properties. Isikan IP Addressnya, misal 192.168.0.1 dan Sub Net Masknya 255.255.255.0, setelah itu buka MS DOS Prompt dan coba ping ke alamat IP yang kita ketik tadi ( ping 192.168.0.1 ). Bila berhasil, maka LAN Card bisa digunakan. Tapi bila layar menampilkan tulisan “ Request Time Out ”, maka LAN Card sudah tidak dapat digunakan lagi.

6. Sound Card
Pertama kita harus menginstall driver untuk Sound Cardnya bila Sistem Operasi belum mengenal Sound Card kita. Setelah driver terinstall, seharusnya Sound Card sudah dapat berfungsi dengan baik.
7. Hardisk
Cara melakukan test yaitu dengan cara mempartisi hardisk tersebut dengan fdisk. Perhatikan betul prosesnya, bila ada masalah pada saat partisi, kemungkinan hardisk tersebut sudah mulai Bad Sector. Selanjutnya adalah melakukan proses format hardisk. Setelah selesai, bisa dilakukan check dengan menggunakan Scandisk ataupun Norton Disk Doctor untuk memeriksa hardisk tiap sectornya. Hardisk yang sudah mulai rusak, biasanya akan menimbulkan kesalahan pada FAT ataupun Directory Structur-nya.
8. FDD ( Floppy Disk Drive )
Sebelum melakukan test pada FDD, pastikan bahwa konfigurasi di BIOS untuk FDD sudah benar. Cara melakukan testnya : masuklah ke DOS Prompt, dari sana berikan perintah untuk memformat disket dengan option /s (untuk menambahkan system pada disket yang diformat). FDD yang masih baik, pada waktu melakukan proses format dan transfer system, tidak menimbulkan suara yang terlalu keras. Bila FDD menimbulkan suara pada waktu proses format, ini menandakan bahwa FDD tersebut Head-nya sudah mulai aus.
9. CD ROM
Untuk melakukan test terhadap CD ROM biasanya dilakukan dari lingkungan Windows, dengan mencoba CD ROM untuk membaca sebuah disc. CD ROM yang masih baik, tidak memerlukan waktu yang lama untuk menginisialisasi disc pada waktu pertama kali disc tersebut di masukkan ke dalam CD ROM, kecuali kalau disc-nya sudah cacat atau kotor. Coba juga untuk menguji kecepatan transfer data dari CD ROM dengan cara mengkopikan data yang ada pada CD ROM ke Hardisk. Jika ada masalah, misalnya transfer data mulai melambat di bandingkan dengan saat awal mengkopi data, ada dua kemungkinan. Yang pertama adalah optiknya yang sudah lemah, yang kedua ialah optik yang kotor. Coba dibersihkan dengan Optic Cleaner, jika hasilnya sama saja, berarti optiknya memang sudah lemah.
10. Monitor
Untuk melakukan test pada monitor, anda harus punya sebuah CPU dengan spesifikasi standar dan VGA Card yang mampu untuk menampilkan resolusi à untuk monitor Analog dan 1280 x 1024 àtinggi ( minimal 800 x 600 untuk monitor Digital ). Cara melakukan test yaitu dengan mensetting 30±resolusi pada batas maksimal kemampuan monitor. Nyalakan selama ( 2 jam untuk monitor baru ). Bila tampilan ± menit untuk monitor 2nd dan pada monitor tidak berubah, maka monitor masih layak pakai.
11. Power Supplay
Untuk melakukan test pada power supplay, dapat dilakukan dengan menggunakan Multi Tester. Arahkan switch penunjuk yang terdapat pada multi tester ke angka 50 pada bagian DC Volt. Colok yang berwarna merah untuk sumber positif dan yang berwarna hitam untuk ground.

IV. Referensi Tegangan :

1. Untuk Power Supplay AT :
Warna Kabel Voltase
Hitam Ground
Merah 5 V
Kuning 12 V

2. Untuk Power Supplay ATX :
Warna Kabel Voltase
Hitam Ground
Merah 5 V
Kuning 12 V
Biru – 12 V
Abu-abu – 5 V
Oranye OK (power good)

Catatan : Jika dalam pengukuran terdapat selisih tegangan yang lebih dari 0.5 Volt (baik lebih maupun kurang), maka power supplay tersebut perlu diperbaiki atau diganti.

Ada beberapa pesan yang selalu muncul dikala kita menggunakan DOS ataupun Windows Command Line. Pesan ini dapat disebabkan oleh kesalahan kita mengetikkan perintah, ataupun objek yang kita tuju tidak benar ataupun karena kesalahan lainnya.

Bagi seorang teknisi komputer tentu saja memahami pesan-pesan kesalahan ini. Jika masih ada teknisi yang tidak mengerti, bisa disebut teknisi gadungan tuh….. :) Walaupun MS-DOS ini sudah lawas, ada baiknya kita tetap mengetahui dan mengenal sistem operasi ini.

Berikut ini ulasan singkat pesan-pesan error yang pada MS-DOS dan Windows Command Line :

A duplicate file name exists, or the file cannot be found

Pesan ini muncul ketika kita melakukan perintah rename terhadap sebuah file, nama file yang dimaksud tidak ada, file yang ingin dirubah sudah ada sebelumnya. Pastikan bahwa tidak ada nama yang sama pada satu direktori, atau pastikan kita tidak salah dalam mengetikkan nama.

Access denied

Sering disebabkan ketika file atau directory diberi atribut sebagai read-only, jika file tersebut dimodifikasi oleh orang lain atau program lain pada komputer pada waktu yang sama atau file dan direktori akan dihapus ataupun dimodifikasi dari sharing file yang hanya diberikan akses sebagai read-only.

Bad command or file name

Biasanya disebabkan karena kesalahan mengetik perintah ataupun perintah yang diberikan tidak ada. Kesalahan ini juga dapat disebabkan karena perintah yang diberikan tidak sesuai dengan versi MS-DOS atau Windows.

Bad or missing command interpreter

Komputer tidak dapat menemukan file command.com, file ini sangat penting bagi sistem operasi DOS, karena digunakan untuk boot ke sistem operasi. Jika file ini tidak ditemukan, maka MS-DOS juga tidak dapat dijalankan.

Disk Not Ready Error Reading Drive A

Disket pada drive A tidak dapat dibaca, dikarenakan adanya kerusakan sector pada disket. Silahkan format ulang kembali disket.

Disk Not Ready Error Writing Drive A

Disket pada drive A tidak dapat ditulis, dikarenakan adanya kerusakan sector pada disket. Silahkan format ulang kembali disket.

Drive not ready error

Pesan ini muncul ketika Disk atau disc pada drive tidak dapat dibaca.

Duplicate file name or file not found

Terjadi jika ketika kita akan merubah nama file, file tujuan tidak adak atau nama file sudah ada sebelumnya. Silahkan ketikkan nama file dengan benar ataupun pastikan bahwa didalam 1 direktori tidak ada nama file yang sama.

File cannot be copied onto itself

Pesan ini muncul jika file tidak dapat di copy kepada dirinya sendiri, maksudnya dari drive A ke drive A atau sejenisnya. Periksa kembali drive yang aktif serta tujuan pengkopian.

File not found

Pesan ini akan tampil jika kita memberikan perintah tetapi terjadi kesalahan dalam penulisan. Atau memang file yang dimaksud tidak tersedia. Pesan ini juga akan muncul ketika kita melakukan perintah DIR tetapi file dalam direktory nya kosong.

File Allocation Table Bad

Jika file system pada hard disk telah mengalami kerusakan, maka pesan error ini akan tampil. Solusinya adalah format ulang disk kembali.

Insufficient disk space

Maksudnya adalah disk yang kita gunakan untuk menyimpan data sudah penuh atau file yang kita copy ke drive tersebut memiliki kapasitas lebih besar dari medianya.

Invalid directory

Jika kita melakukan kesalahan dalam mengaktifkan sebuah direktori ataupun sub direktori, pesan ini akan ditampilkan pada layar. Kesalahan biasanya disebabkan karena kesalahan mengetik nama ataupun direktorinya tidak ada.

Invalid drive specification

Pesan yang menampilkan kesalahan ketika kita salah dalam melakukan pengetikan nama direktori.

Invalid parameter

Penulisan opsi yang salah untuk beberapa perintah. Contoh : format /z. Perintah format tidak memiliki opsi untuk /z. Untuk melihat opsi yang benar silahkan ketik format /?

Invalid Switch

Disebabkan karena kesalahan penulisan ataupun peletakan dalam perintah, contoh : cd/ dan cd\.

Invalid Date

Tanggal yang kita masukkan salah dalam penulisannya. Periksa dan ketik ulang kembali

Invalid Time

Jam yang kita masukkan salah dalam penulisannya. Periksa dan ketik ulang kembali

Non-System disk or disk error

Maksudnya disk yang dipilih pada boot option tidak memiliki sistem/disket sistem telah mengalami kerusakan. Silahkan coba dengan disket lain yang bagus dan telah memiliki sistem

Not ready reading drive X (A, B, C, D, ……)

Drive yang dituju tidak ada atau media didalam disk kosong. Sehingga komputer tidak dapat menemukan media didalam Drive.

Too Many Parameters

DOS akan menampilkan pesan kesalahan ini jika kita terlalu banyak dan tidak sesuai dengan aturan dalam menuliskan parameter (spasi, titik dua, bintang, dll).

Volume in Drive has No Label

pesan ini muncul pada bagian atas daftar file. Atau juga ditemukan ketika kita mengetikan perintah VOL, bila disket atau hard disk belum diberi label.

Write protect Error Writing Drive A, Abort, Retry, Failure

Pesan ini muncul ketika kita akan menyimpan atau mengkopi file kedalam disket yang sedang diprotek. Silahkan dibuka proteksinya jika ingin melanjutkan. Ketik A / R / F. Abort untuk membatalkan, Retry untuk mencoba kembali dan Failure untuk mengabaikan pesan diatas.

Prosedur Menghidupkan dan Mematikan Komputer

Petunjuk menghidupkan dan mematikan komputer dengan benar sangatlah penting untuk diperhatikan. Komputer sebagai salah satu teknologi informasi dan komunikasi yang terdiri dari beberapa komponen perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), maka pemakai (user) komputer harus memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menggunakan komputer.
a. Menghidupkan Komputer

Kita berasumsi bahwa saat ini komputer yang dioperasikan oleh pemakai (user) sudah menggunakan sistem operasi Windows maka untuk menghidupkannya dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Pastikan semua peralatan komputer telah tersambung dengan benar termasuk penggunaan arus listrik.
2. Nyalakan komputer dengan menekan tombol Power pada CPU dan monitor Anda, kemudian tunggu sampai komputer selesai melakukan booting.
3. Setelah booting selesai, komputer akan menampilkan desktop

Mematikan Komputer
Apabila selesai menggunakan atau menjalankan komputer, Anda dapat mengakhirinya dengan langkah-langkah berikut:
1. Klik tombol Start pada taskbar, kemudian klik (pilih) Turn Off Computer.
2. Windows akan menampilkan kotak dialog
??a) Standby: untuk membawa komputer ke keadaan tidak aktif (namun arus listrik masih tetap ada) dengan demikian di lain waktu kita dapat melanjutkan pekerjaan kembali tanpa harus manyalakan komputer dari awal.
??b) Turn Off: Untuk mengakhiri Windows dan mematikan komputer.
??c) Reset: Untuk memulai kembali komputer dengan proses booting seperti pada saat pertama kali menyalakan komputer.
3. Untuk mengakhiri penggunaan komputer klik Turn Off.
4. Tunggu sampai komputer benar-benar mati (off).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar